Kamis, 03 Mei 2012

Apakah Diri Kita Seorang Sales ?

    APAKAH DIRI KITA SEORANG SALES...?    
 Salam pembaca, kali ini kita bahas mengenai SALES / MARKETING. Bagi sebagian org ada yang menganggap bahwa bekerja sebagai sales itu pekerjaan yang tidak berbobot, tidak bergengsi, bikin malu keluarga, pekerjaan yang tidak bergengsi, Pekerjaan yang tidak punya masa depan dll. Alangkah piciknya masyarakat memandang suatu pekerjaan dibidang Sales/marketing. Coba kalau kita perhatikan dari arti Sales /Marketing secara bahasa, Sales = Penjualan, Marketing = Pemasaran. Kita lihat kegiatan masyarakat di sekeliling kita sehari - hari nya, sudah jelas dan nyata bahwa setiap orang itu dalam kehidupan sehari - harinya selalu berhubungan dengan yang namanya penjualan dan pemasaran tapi kenapa masyarakat selalu beranggapan negatif apabila dengar nama SALES. Apakah profesi sebagai Sales itu menjijikan?.

          Mungkin masyarakat awam berpendapat bahwa apabila ada seseorang yang berpakaian rapi kemudian orang tersebut melakukan Door To Door dari satu rumah ke rumah yang lainnya itulah Sales. Padahal dirinya sendiri sebenarnya seorang Sales/ Penjual, tapi yach namanya juga awam apa boleh buat.Coba kita bayangkan kalau memang tidak ada Sales/Marketing didunia ini, apa yang terjadi di dunia ini pasti sepi dan tidak ada kegiatan , tidak ada bangunan mewah, tidak ada pakaian, dan lain-lain.

          Kita mau membangun rumah tapi tidak ada yang menjual semen atau bahan bangunan yang lain pastilah rumah tersebut tidak akan ada. mungkin manusia juga tidak akan ada yg menggunakan pakaian karena tidak ada yang menjual baju, seperti zaman dimana nabi adam baru diciptakan (maaf saya(penulis) tidak bermaksud mau ceramah hehe).  Dilingkungan perkotaan contohnya, banyak sekali orang2 yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak sempat memasak pastilah membutuhkan seorang penjual nasi dan lauk pauknya, tidak sempat mencuci pakaian pastilah butuh jasa laundry dan sebagainya.


          Nah, berarti semua orang di dunia ini Sales bukan?. Tapi masyarakat umum telah salah paham dengan arti Sales tersebut.  Rata-rata mereka tidak tertarik dg pekerjaan salesman
karena mereka beranggapan kalau menjadi seorang salesman maka mereka
harus siap untuk berkeliling door to door untuk menjajakan produk yang
mereka jual, harus berpanas jikalau kemarau dan basah kuyup jikalau
musim hujan seperti sekarang. Harus muka tebal dan tahan malu kalau
ditolak pelanggan dengan kasar, harus menghiba-hiba dan mengemis agar
mendapatkan belas kasihan dan yang paling parah harus menghalalkan
segala cara untuk mencapai target.

           Pandangan negatif mengenai pekerjaan marketing ini terus terang membuat
saya sedih, Tetapi saya tidak bisa menyalahkan mereka karena mungkin pandangan itu
terbentuk disebabkan ada segelintir penjual yang tidak profesional dalam
menjalankan pekerjaannya.

          Hanya saja seandainya mereka tahu, apabila ditekuni banyak sekali ilmu
dan keahlian yang bisa didapatkan dari profesi marketing dan tentu saja
karir yang tanpa batas. Banyak sekali orang sukses yang memulai karir
mereka sebagai salesman .

           Apa batasan karir seorang salesman? bahwa batasan karir seorang salesman
adalah menjadi seorang pemimpin. Karena seorang pemimpin harus bisa
menjual, menjual ide-idenya, menjual konsepnya dan untuk bisa melakukan
semua hal tersebut maka yang terutama adalah harus memiliki kepribadian
yang menjual. 'Selling Skill Without Selling Personality is Nothing'. Kita harus
memiliki kepribadian yang menjual terlebih dahulu sebelum bisa menjual
produk atau layanan kita.

           Kalau begitu bukankah semuanya sudah jelas, bahwa kita semua adalah
seorang penjual - walaupun tidak punya title itu di profesi kita -
karena sebenarnya kita melakukan penjualan pada semua aspek kehidupan
kita. Saat kita berbicara untuk menyampaikan ide atau suatu konsep kita
sebenarnya menjual agar lawan lawan bicara menerima ide itu, saat anak
kecil menangis untuk meminta sesuatu pada ayah atau ibunya, sebenarnya
anak itu menjual rengekannya agar si ayah atau si ibu memenuhi
permintaannya, saat seorang kyai sedang berkhotbah di mesjid atau pendeta
di gereja sebenarnya mereka menjual juga hanya saja produk yang mereka
jual adalah ajaran kebajikan, keimanan, kearifan, imbalannya berupa
pahala dari Yang Kuasa. Saat seorang pemain sinetron mempertontonkan
keahlian aktingnya sebenarnya dia menjual keahliannya tersebut ke
penonton.

           Jadi intinya dunia penjualan tidak bisa kita pisahkan dari kehidupan
kita dan untuk membuat agar 'produk' yang kita jual bisa laku dan
'dibeli' oleh konsumen tentu saja kita harus menjadi figur yang bisa
mencerminkan kesuksesan produk tersebut dan itu dimulai dari
kepribadian/personality kita.

           Kita harus berkata santun dan menggunakan kata-kata yang tepat (bukan asal bicara), kita
harus bersikap baik, harus jujur dan menjunjung integritas yang tinggi,
harus tulus dalam melayani, harus memiliki empathy terhadap kesusahan
orang lain, harus menjadi pendengar yang baik, dan masih banyak hal-hal
baik lainnya yang intinya adalah harus menjadi seorang yang baik dan
mulia agar bisa dipercaya oleh orang lain. Setelah mendengar hal di atas
apakah kita masih berfikir bahwa menjadi salesman itu hina?

           Sejak mulai terlibat di bisnis berbasis penjualan, saya menjadi aware
dengan para tenaga penjual, kagum dengan perjuangan mereka dan
terinspirasi oleh prestasi yang mereka capai, dan semakin terinspirasi
patut dicontoh.
Sejak itu bila ada seorang salesman yang datang atau telpon ke saya menawarkan
suatu produk atau layanan apabila saya belum berminat untuk membelinya
saya akan menolak dengan sangat sopan dan santun, sehalus dan seramah
mungkin karena mereka sama seperti saya. 

Setelah saya pikir2 berarti saya seorang Salesman Juga ya hehehe........









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar